←back to Blog

Tips Menulis Artikel Yang Tidak Disukai

tips menulis artikel yang tidak disukai

 

Selamat, kamu sudah menjadi penulis artikel di media favoritmu. Ketika turun brief dari editor atau kurator naskah, ternyata kamu mendapat tugas untuk menulis artikel yang tidak disukai.

Menulis artikel tentang topik yang tidak disukai atau tidak familier mungkin merupakan tantangan, tetapi sebagai seorang penulis profesional, kamu dapat mengatasi ini dengan beberapa langkah strategis.

 

Persiapan Sebelum Menulis

Kamu harus tahu bagaimana caranya mempersiapkan diri dan strategi sebelum mulai menulis. Terlebih lagi jika kamu kurang menyukai topiknya. Bagaimana bisa?

Ini bisa saja terjadi jika kamu melamar di sebuah agensi atau memang karena kamu ingin menantang diri sendiri. Ingatlah, jika ingin menjadi content writer sukses, maka kamu tidak boleh egois. Ada banyak perusahaan dengan berbagai latar belakang yang membutuhkan content writer, jadi kalau mau klienmu beragam, maka kamu perlu melakukan ini.

Pahami Tujuan dan Target Pembaca

Pahami dengan jelas tujuan klien dan siapa target pembaca artikel tersebut. Mengetahui audiens akan membantumu menyusun konten yang lebih relevan dan menarik. Seperti pengalaman saya ketika tergabung di sebuah agensi dan menjadi tim penulis di website Anne Ahira (sekarang websitenya sudah tidak ada).

Saya menerima daftar kata kunci dari topik wisata, pengembangan diri, dan topik otomotif. Otomotif adalah hal yang tidak saya suka, tetapi saya coba gali siapa target pembacanya dan dari sinilah saya berusaha mengubah sudut pandang

Teliti dan Pahami Topik

Luangkan waktu untuk meriset dan memahami topik secara mendalam. Bacalah artikel, buku, dan sumber daya lainnya yang berkaitan dengan topik tersebut.

Setelah tahu siapa target audiensnya, saya mengubah sudut pandang seolah sebagai seorang penyuka otomotif yang memang butuh informasi untuk diri sendiri. Dari sinilah saya menyusun daftar pertanyaan yang berkaitan dengan topik tersebut.

Gunakan fakta dan statistik untuk mendukung klaim atau poin-poin utamamu. Ini tidak hanya menambah kredibilitas artikel, tetapi juga dapat membuatnya lebih menarik.

Buat Kerangka Dasar

Buat kerangka dasar atau outline artikel. Tentukan poin-poin utama yang ingin kamu sertakan dalam artikel. Ini akan membantumu tetap fokus dan menulis degan terstruktur.

Kerangka ini juga mencegahmu untuk menulis terlalu bertele-tele sampai keluar dari topik. Contohnya, ketika saya diminta untuk tips membeli mobil bekas, maka saya akan mencari topik tentang bagaimana ciri dealer mobil bekas yang bagus, berapa biaya yang perlu dipersiapkan, dan mobil bekas seperti apa yang cocok dalam budget tertentu. Saya tidak menulis tentang desain mobil terbaru.

Ketika Menulis

Persiapan sudah lengkap, nih, sekarang apa yang perlu kamu persiapkan ketika sedang menulis? Yuk, kulik lebih lanjut!

Hindari Bahasa Teknis Berlebihan

Jika topiknya berkaitan dengan hal teknis, hindari penggunaan bahasa yang terlalu rumit atau teknis. Jelaskan konsep-konsep sulit dengan cara yang mudah dimengerti oleh pembaca awam.

Makanya, di awal tadi, kalau harus mengubah persepsi sebagai seorang pembaca yang memang butuh informasi. Otomatis, kamu harus menulis sesuai dengan level pembaca. Kecuali, kamu diminta untuk menulis bagi pembaca pada tingkat pemahaman tinggi seperti artikel hukum untuk para advokat.

Gunakan Gaya Bahasa yang Menarik

Cobalah untuk menyajikan informasi dengan cara yang menarik. Gunakan variasi dalam kalimat dan gaya bahasa untuk menjaga minat pembaca.

Kamu perlu belajar menyusun artikel dengan gaya bahasa yang tidak monoton dan memiliki alur mengalir. Apalagi kalau kamu menulis untuk pembaca awam, maka struktur artikel harus runtut. Anggap dirimu sedang berbagi hal positif untuk pembaca.

Bekerja Secara Bertahap

Karena kamu kurang menyukai topik tersebut, sebaiknya kamu tidak mengerjakan proses riset sampai menulis dalam satu waktu.

Jangan coba menulis keseluruhan artikel dalam satu duduk. Pisahkan pekerjaan menjadi bagian-bagian kecil dan fokuslah pada satu bagian pada satu waktu. Saat saya mendapat tugas menulis, saya gunakan satu hari untuk riset dan membuat kerangka, hari berikutnya baru menulis.

Edit dengan Teliti

Selalu lakukan proses editing dengan teliti. Pastikan artikel bebas dari kesalahan tata bahasa dan gunakan gaya penulisan yang konsisten.

Kamu harus menyepakati gaya selingkung dan bahasa yang dipakai dengan klien. Seperti yang saya lakukan ketika menerima job menulis artikel ibu dan bayi. Saya diminta untuk menghindari kata ‘jangan’, agar kalimat tidak terkesan negatif. Pilihan lainnya adalah memakai kata ‘hindari’ atau saran yang lebih halus.

 

Tips menulis artikel yang tidak disukai tersebut bisa kamu gunakan kapanpun terutama jika kamu tergabung di sebuah agensi. Ingin belajar lebih banyak? Ikuti blog ini dan ikutan kelas beta Magic Wordpreneur terbatas hanya untuk 20 orang saja dengan biaya 44 ribu. Selengkapnya cek di sini. (Baca Juga: Tips Menulis Artikel Traveling Memikat)

Reffi Dhinar

2 responses to “Tips Menulis Artikel Yang Tidak Disukai”

  1. 5 Tips Menulis Review Film di Blog – KINKAKU 金書

    […] 5 tips menulis review film ini bisa kamu coba mulai sekarang. Baca lagi artikel ini jika kamu butuh panduan ketika ingin menulis review. (Baca Juga: Tips Menulis Artikel yang Tidak Disukai) […]

  2. Cara Menulis Artikel Opini – KINKAKU 金書

    […] cara menulis artikel opini tidak terlalu sulit dipraktikkan, bukan? Tulis artikel pertamamu dan bagikan di kolom […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *