←back to Blog

Berapa Lama Bisa Menghasilkan dari Freelance Writing?

menghasilkan-dari-freelance-writing

 

Berapa lama, sih, agar bisa menghasilkan dari freelance writing? Pertanyaan ini sering masuk ke chat pribadi atau ketika saat saya sedang mengisi kelas menulis. Setelah mengingat kembali pengalaman menulis sejak 2013, akhirnya saya berpikir untuk membuat artikel ini.

Pastinya, tiap orang tidak bisa memiliki timeline yang persis sama. Hingga sekarang, saya masih menjadi penulis yang juga bekerja kantoran. Membangun Wordholic Class pun saya kerjakan setelah pulang kerja.

Mengapa tidak langsung terjun menjadi seorang penulis penuh waktu atau freelance writer saja? Alasannya, saya juga mencintai pekerjaan yang menggunakan Bahasa Jepang. Wordholic adalah jenama yang saya buat karena saya menyukai kata-kata serta bahasa asing.

 

Menulis Adalah Kemampuan yang Menguntungkan

Sebelum saya membagikan pendapat saya tentang menyusun strategi untuk menjadi freelance writer yang menguntungkan, saya ingin menegaskan bahwa siapapun sebaiknya belajar menulis.

Menulis adalah kemampuan yang menguntungkan. Siapa saja bisa menulis, tetapi apakah sudah bisa menyusun kalimat yang mudah dipahami dan juga tidak pusing tiap kali diminta menulis laporan kerja?

Apalagi jika kamu ingin bekerja sebagai penerjemah, maka memiliki skill menulis yang mumpuni menjadi salah satu kebutuhan. Saya pun merasa terbantu ketika sedang menerjemahkan dokumen-dokumen penting di kantor dari bahasa Indonesia ke Jepang atau sebaliknya. Isi dokumen jadi lebih enak dibaca tanpa kehilangan konteks.

Penulis zaman sekarang juga perlu memiliki banyak skill. Misalnya, saya tidak lagi bekerja di kantor, saya masih bisa menjadi freelance translator atau interpreter. Menulis pun bisa berlanjut tidak peduli saya masih menjadi karyawan atau tidak.

 

Waktu yang Dibutuhkan Agar Menjadi Penulis yang Menghasilkan Profit

Yuk, kita mulai menghitung berapa lama yang perlu kamu lakukan agar bisa menjadi penulis yang profitable.

 

Observasi 1 Bulan

Sebelum saya memutuskan untuk memilih serius pada content writing setelah bertahun-tahun lebih banyak menulis puisi dan cerpen, saya melakukan observasi serius sekitar sebulan. 

Saya tahu kalau menghasilkan uang dari menulis itu berat, apalagi jika ingin tembus media massa atau mendapat royalti. Saya suka membaca banyak hal dan riset sampai akhirnya saya mencari grup menulis di Facebook.

Di grup menulis tersebut, kebetulan ada lowongan mencari penulis artikel. Saya langsung saja mencoba menulis dengan kata kunci yang mereka butuhkan. Singkat cerita, saya mendapat 800 ribu setelah menulis 30 artikel lebih dengan artikel 1000 kata tiap judul. Tiap hari saya harus setor tulisan atau dianggap gugur.

Sekarang, apa yang sedang kamu suka? Lihat tren di LinkedIn, website freelancer seperti Upwork atau projects.co.id, dan kelas-kelas menulis yang sedang marak. Job menulis apa yang sering dicari orang?

Digital marketing terus mengalami perkembangan, jadi ini bisa menjadi pertimbangan kalau kamu suka membaca non-fiksi. Namun, kalau kamu suka fiksi, maka cek lagi ketentuan platform yang memberi kontrak menulis. Kumpulkan semua informasi sampai kamu merasa cukup.

Saya bisa langsung percaya diri melamar posisi sebagai content writer karena jauh sebelum itu saya rajin menulis esai di buku jurnal. Makanya, setelah masa observasi dan melihat contoh tulisan di blog, saya berani melakukan itu. Ibaratnya, proses kedua sampai akhir yang saya sebutkan di artikel ini sudah saya jalankan bertahun-tahun sebelum melamar job.

Nah, kalau kamu masih belum konsisten menulisnya, maka lanjutkan proses membaca di bawah ini, ya,

Lihat Kesibukan Harian

Agar tujuanmu mendapat cuan dari menulis bisa lebih terukur perkembangannya, kamu juga harus menyesuaikan dengan realita. Saya tidak memilih untuk menulis fiksi di platform karena sistem kejar tayang ini tidak cocok buat saya yang punya kesibukan mengajar kelas menulis dan bekerja kantoran.

Makanya, saya terus menekuni content writing serta copywriting. Menulis fiksi menjadi aktivitas yang minim saya kerjakan, tetapi masih saya lakukan di waktu senggang atau ketika ada kompetisi. Akhirnya, saya pun bisa terus menerbitkan buku hingga tercapai 23 judul buku solo. Soal artikel untuk blog dan klien tentu sudah menyentuh angka ribuan.

Bagaimana dengan kesibukanmu? Kalau kamu seorang IRT atau pebisnis daring dan kepo banget sama dunia platform menulis fiksi, maka jangan ngoyo untuk menghasilkan cuan dari artikel.

Amati kesibukanmu dan luangkan waktu di satu jenis kepenulisan dulu sampai kamu memutuskan untuk lanjut atau berhenti. Menulislah dengan tetap memiliki waktu rehat. Mengamati kesibukan harian ini bisa kamu lakukan selama dua minggu sambil mencoba memasukkan jadwal menulis di sela waktu.

freelance writing kinkaku

Patuh Pada Jadwal Menulis Minimal 21 Hari

Sudah menemukan satu topik tulisan yang ingin kamu kembangkan? Sekarang, kembangkan kebiasaan menulis selama 21 hari. Menurut penelitian, butuh waktu minimal 21 hari agar kebiasaan baru terbentuk.

Menulislah minimal 15 menit setiap hari di hari kerja. Gunakan waktu akhir pekan untuk beristirahat. Kenapa harus hari kerja? Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran di dalam otak kalau menulis sama pentingnya seperti makan dan mandi.

Kalau ingin menulis fiksi, maka kamu bisa mulai dari menulis premis, sinopsis, pengembangan tokoh dan sebagainya. Jadi, kamu tidak perlu menulis bab langsung. Bagi yang ingin menjadi copywriter, mulailah dengan menganalisis konten orang lain. Ingin jadi content writer? Maka kamu harus mulai nulis artikel dan riset menggunakan waktu 15 menit.

Proses menulis ini termasuk ketika kamu riset dan menyusun outline, jadi tidak  masalah kalau kamu tidak langsung menulis isi yang utuh. Fokuslah membentuk kebiasaan menulis dan memikirkan soal tulisan saja selama lima belas menit di hari kerja (Senin-Jumat).

 

Buat Sistem Selama 3 Bulan

Sudah lolos di masa pra-training selama 21 hari? Sekarang kamu sudah punya satu jenis tulisan yang butuh ditajamkan. Buat target selama 3 bulan dengan jadwal yang kamu buat di gawai atau buku agenda. Sistem ini meliputi proses menulis, melihat peluang, dan mencari mentor.

 

  • Mencari mentor maksudnya kamu perlu menemukan kelas, buku, atau kanal medsos seorang ahli yang berpengalaman dalam bidang kepenulisan yang sudah kamu pilih. Kelas tidak harus berbayar, buku pun bisa dicari di Ipusnas, apalagi akun medsos. Akan lebih baik, kalau kamu mengikuti kelas menulis jika ada budget lebih.
  • Ikuti cara mentor berlatih. Kamu juga bisa menonton kanal Youtube yang sudah disusun dalam satu playlist sehingga kamu bisa belajar. Catat semua konten yang kamu pelajari atau baca dan aplikasikan pada metode menulismu. Buang yang tidak cocok dan terapkan yang berguna. Catat yang memang berhasil untukmu.
  • Disiplin menulis selama tiga bulan ini adalah lanjutan dari kegiatanmu selama 21 hari. Misalnya. Senin adalah waktu riset, Selasa mengetik 100 kata, Rabu waktunya revisi, Kamis menambah 200 kata, Jumat menulis lagi 200 kata (atau selesaikan sampai 500 kata), Sabtu tinggal publikasikan. Ini contoh kalau kamu menulis artikel.
  • Mulai publikasikan tulisanmu sesuai media yang cocok dengan kontennya. Sebarkan di medsos dan mulailah rajin membuat unggahan terkait proses menulismu. Kamu sudah punya pengalaman selama 21 hari di awal, ini bisa menjadi konten personal branding. Ada alasan mengapa saya memintamu berproses selama 21 hari, tujuannya untuk membentuk cerita. Semua prosesmu itu perlu didokumentasikan.
  • Buat akun di website freelancer. Cantumkan tautan blogmu dan buat contoh artikel sesuai kebutuhan calon klien yang penawaran job menulisnya kamu minati. Rajinlah melamar posisi tersebut sampai goal. Ini bisa berjalan 1 sampai 3 bulan. 

 

Dari akumulasi di atas jika disimpulkan, butuh enam bulan dalam membangun fondasi karier menulismu. Kemudian, perlu 6-9 bulan untuk dapat job pertama. Semakin sedikit frekuensimu dalam menyusun strategi, jelas makin lama prosesnya. 

Apakah ada jaminan lebih cepat? Sekali lagi, artikel saya di atas berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis lain. Menghasilkan dari freelance writing bisa dilakukan siapa saja dengan kecermatan dan mempersiapkan kesempatan. Ingin menyusun draf konten dalam satu jam? Beli ebook ‘’1 Jam Bikin Creative Storytelling’’ seharga 37 ribu di sini.

kelas menulis wordholic class

Reffi Dhinar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *