←back to Blog

Manfaat Menulis untuk Kemampuan Soft Skill

 

Banyak orang beranggapan bahwa kemampuan menulis dan berbicara adalah dua hal yang sangat berbeda, dan tidak jarang kita menemukan seseorang yang andal dalam menulis tetapi gugup saat harus berbicara di depan umum atau sebaliknya.

Namun sebenarnya, menyampaikan ide secara lisan tidaklah sesulit yang dibayangkan, meskipun saya juga masih terus belajar untuk menjadi pembicara yang lebih baik. Menulis dapat menjadi fondasi yang kuat untuk keterampilan berbicara.

Menulis bukan hanya tentang mengungkapkan ide atau perasaan, tetapi juga membantu kita merapikan cara berpikir dan menyusun argumen dengan lebih jelas. 

Jika kita terbiasa menulis dengan struktur yang teratur, berbicara pun akan menjadi lebih mudah. Seperti menulis, berbicara juga membutuhkan pengenalan yang menarik sebelum masuk ke inti pembicaraan. Memulai percakapan tanpa pendahuluan yang jelas seperti menulis artikel tanpa paragraf pembuka yang memikat pembaca.

 

Mengatasi Pertanyaan Sulit dengan Menulis

Salah satu manfaat besar dari kebiasaan menulis adalah kemampuan untuk mencari dan mengolah informasi yang relevan dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah.

Saat saya bingung memilih fakultas setelah lulus SMA, saya membuat daftar kelebihan dan kekurangan dari berbagai kampus yang menarik perhatian. Saya mencari informasi dari brosur, ulasan, dan pengalaman orang lain, kemudian menuliskannya untuk memudahkan saya dalam mengambil keputusan.

Sederhana, bukan? Menulis tidak harus menjadikanmu sebagai penulis terkenal. Manfaat pertama justru terasa untuk diri sendiri.

 

Bukti Menulis Membentuk Kemampuan Berkualitas

Membayangkan dan hanya menguji ide tanpa dituliskan malah mudah terlupakan. Lantas bagaimana bukti manfaar menulis untuk merapikan isi pikiran yang saya rasakan?

 

Menemukan Paradigma Baru untuk Solusi Sebuah Masalah

Saat saya mengikuti konferensi atau kompetisi debat, saya selalu mencatat pertanyaan yang diajukan dan membaca ulang catatan tersebut untuk menemukan ide-ide baru.

Dengan menuliskan ide-ide tersebut, saya bisa menelusuri hubungan sebab-akibat dan menemukan jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut. Meskipun tidak selalu mudah, menulis membantu saya mengurai kerumitan pikiran dan menyusun solusi yang lebih terstruktur.

Apakah kamu pernah menonton serial atau drama Korea dengan tema detektif? Biasanya, detektif dan pengacara selalu membuat catatan alur kasus di papan khusus. Para detektif ini mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan menganalisisnya berulang kali sampai menemukan petunjuk yang penting.

Begitu pula dengan menulis; kita bisa menerapkan teknik ini dalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan berbagai masalah. Ingin mudah berdiskusi dengan kawan atau keluarga dengan minim perang urat saraf? Tuliskan dan jabarkan lewat coretan. (Baca Juga: Menulis untuk Passion Itu Selalu Menyenangkan?)

 

Mengatasi Emosi Negatif

Saya memiliki minat yang beragam di berbagai bidang, seperti berkomunikasi, SEO, hingga digital marketing. Meskipun bukan seorang yang terlalu sibuk, saya senang terlibat dalam berbagai proyek literasi.

Menulis menjadi alat penting dalam mengelola emosi saya. Jika saya tidak menulis atau membaca dalam waktu yang lama, saya cenderung menjadi lebih mudah marah, terutama setelah membaca berita negatif yang beredar.

Menonton drama atau membaca buku saja tidak cukup. Saya perlu menuliskan opini tentang hal-hal yang mengganggu pikiran saya. Blog pun menjadi sarana berharga untuk mencatat pemikiran dan perasaan saya hingga membantu saya meredakan emosi negatif melalui proses menulis.

 

Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Saya pernah bertemu dengan seseorang yang sangat cerdas, tetapi sulit dipahami ketika berbicara. Setelah membaca tulisannya, saya menyadari banyak istilah sulit yang membuat saya bingung.

Kecerdasan tidak diukur dari seberapa rumit kata yang digunakan, tetapi dari bagaimana kita menjelaskan hal yang sulit dengan cara yang mudah dimengerti.

Saat mempersiapkan kelas atau lokakarya, saya biasanya menyusun garis besar dari apa yang ingin saya sampaikan. Materi yang saya tulis tidak selalu detail, tetapi cukup untuk menjadi panduan agar saya tidak kehabisan bahan.

Semakin sederhana dan mudah dimengerti tulisan yang saya buat, semakin mudah bagi saya untuk menyampaikannya secara lisan. 

Manfaat menulis untuk kemampuan soft skill ini tidak bisa kita abaikan. Mulailah dari mencatat apa saja yang membuat pikiranmu kacau dan urai satu per satu agar menemukan titik terang. Ingin mencoba?

 

Reffi Dhinar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *