←back to Blog

Ini yang Bikin Keterampilan Berbicara Penulis Kurang Bagus

Keterampilan Berbicara Penulis


Keterampilan menulis yang baik adalah salah satu hal yang penting bagi seorang penulis. Namun, tidak bisa dipungkiri jika keterampilan berbicara penulis juga dibutuhkan. Berbicara dengan jelas dan efektif dapat memberikan keuntungan tambahan bagi seorang penulis.

Banyak alasan mengapa seorang penulis sulit mengutarakan ide secara verbal. Dengan maraknya acara bedah buku atau diskusi daring, maka sekarang penulis juga perlu latihan berkomunikasi dengan percaya diri. Apa saja, sih, penyebab omongan para penulis ini tidak digubris?

Masalah Keterampilan Berbicara Penulis

  1. Kekhawatiran akan Penampilan: Beberapa penulis mungkin mengalami kecemasan terkait penampilan mereka saat berbicara di depan orang banyak. Rasa khawatir tentang penampilan fisik, suara mereka, atau bagaimana mereka terlihat di hadapan publik membuat diri jadi kurang yakin. Kekhawatiran ini dapat mengganggu fokus dan kenyamanan dalam berbicara.
  2. Kurangnya Keterampilan Komunikasi Lisan: Meskipun penulis mungkin memiliki keahlian dalam menulis, tidak semuanya memiliki pengalaman atau keterampilan yang sama dalam berbicara di depan umum. Kurangnya pengalaman berbicara secara lisan dapat membuat penulis tidak nyaman dan kurang percaya diri.
  3. Kesulitan Mengatur Waktu: Saat berbicara, penulis harus memperhatikan waktu yang diberikan untuk presentasi atau pembicaraan mereka. Mengatur waktu dengan efektif, termasuk mempersiapkan konten yang sesuai dengan batasan waktu yang ada, dapat menjadi tantangan bagi beberapa penulis.
  4. Kesulitan Menghadapi Respons Langsung: Saat berbicara di depan publik, penulis harus menghadapi respons langsung dari audiens mereka. Tanggapan ini bisa berupa pertanyaan, komentar, atau reaksi emosional. Bagi beberapa penulis, menghadapi respons langsung dan beradaptasi dengan itu dapat menjadi tantangan, terutama jika mereka tidak terbiasa dengan interaksi langsung seperti itu.
  5. Ketidakmampuan untuk Mengedit atau Mengubah Ucapan: Saat menulis, penulis memiliki keuntungan dalam mengedit dan memperbaiki kata-kata mereka sebelum dipublikasikan. Namun, ketika berbicara, mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengedit ucapan mereka saat sedang berlangsung. Ini dapat menyebabkan kecemasan bahwa mereka akan membuat kesalahan atau tidak dapat menyampaikan pesan dengan baik.
  6. Kesulitan Membangun Koneksi Emosional: Penulis mungkin merasa sulit untuk membangun koneksi emosional dengan pendengar saat berbicara. Ketika menulis, mereka dapat menggunakan kata-kata dengan cermat untuk mengekspresikan emosi dan mempengaruhi pembaca. Namun, dalam berbicara, penulis perlu menyesuaikan keterampilan komunikasi nonverbal dan intonasi suara untuk membangun koneksi emosional dengan audiens.

Mengatasi masalah ini membutuhkan latihan, pengalaman, dan kesempatan untuk berbicara di depan umum. Dengan memperkuat keterampilan berbicara, penulis dapat mengatasi tantangan ini dan menjadi lebih percaya diri dalam menyukai aktivitas berbicara mereka. Apa, sih keuntungannya bisa berbicara dengan lancar? Jangan sampai kamu punya mindset sempit yang menganggap jika penulis tidak perlu upgrade kemampuan.

Keterampilan Berbicara Penulis untuk Menambah Penghasilan

Sebagai penulis, memiliki keterampilan menulis yang kuat adalah aset yang berharga. Namun, untuk meningkatkan penghasilan dan keberhasilan karir sebagai penulis, tidak boleh diabaikan bahwa kemampuan public speaking juga sangat penting.

Kalau sebagai penulis masih kurang yakin, coba simak apa saja yang bisa kamu dapatkan dengan kemahiran berbicara.

Membuka Peluang Berbicara di Konferensi dan Seminar

Sebagai penulis yang mahir berbicara di depan umum, kamu dapat memanfaatkan peluang berbicara di konferensi dan seminar terkait industri penulisan atau topik yang kamu minati. Pembicara di acara-acara tersebut seringkali mendapatkan honorarium atau pembayaran yang layak. Selain itu, berbicara di depan audiens yang terdiri dari penerbit, editor, atau profesional dalam industri penulisan dapat membuka peluang jaringan yang berharga.

Seorang penulis yang mahir berbicara dapat menawarkan jasa mengajar atau memberikan lokakarya terkait dengan bidang penulisan. Kamu dapat menjadi pembicara tamu di universitas, sekolah, atau komunitas lokal untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang menulis. Mengajar atau memberikan lokakarya dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil dan juga membangun reputasimu sebagai ahli dalam industri penulisan.

(Baca Juga: Jenis Pekerjaan Menulis Freelance Menambah Cuan)

Menjual Buku dan Karya-karya Lainnya

Keterampilan public speaking yang kuat dapat membantumu dalam mempromosikan dan menjual buku dan karya-karya lainnya. Dalam acara penandatanganan buku, pertemuan pembaca, atau acara pemasaran, kemampuan berbicara yang baik memungkinkan untuk secara persuasif memperkenalkan karyamu kepada publik dan membujuk mereka untuk membeli.

Kamu dapat menyampaikan pesan yang menarik, menjelaskan latar belakang buku, dan menunjukkan mengapa karyamu layak dibaca. Saya merasakan manfaat besar dari kemampuan berbicara. Relasi bertambah dan makin banyak orang ingin sekali membaca karya saya baik yang cetak menjadi buku, kelas menulis, atau blog. Loyalitas inilah yang bisa menambah nilai branding dan juga berbanding lurus dengan pemasukan tambahan. Yang paling penting adalah berikan value untuk pengikutmu.

Memperluas Peluang Bisnis

Dengan kemampuan public speaking yang kuat, kamu dapat menawarkan jasa sebagai konsultan atau penasihat penulisan. Kamu dapat membantu penulis lain dalam mengembangkan keterampilan menulis mereka, memberikan umpan balik tentang karya mereka, atau membantu mereka dalam proses penerbitan. Sebagai seorang penulis yang mampu berbicara dengan baik, kamu bisa mengenali kebutuhan dan tantangan penulis lain, serta memberikan solusi yang efektif.

Keterampilan public speaking mumpuni juga dapat mempengaruhi keberhasilanmu dalam negosiasi kontrak dengan penerbit atau agen. Dalam situasi seperti itu, kamu perlu mampu mengomunikasikan nilai karya, mempertahankan posisi, dan menjelaskan persyaratan kontrak dengan jelas.

Nah, penting sekali, bukan, kemampuan berbicara untuk penulis? Kamu bisa ikutan kelas Transformative Storytelling bersamaku dan pakar public speaking dan Radio Announcer Kak Didi Cahya minggu ini. Kisi-kisi materi bisa kamu lihat di gambar dan daftar .

Reffi Dhinar

3 responses to “Ini yang Bikin Keterampilan Berbicara Penulis Kurang Bagus”

  1. Agus Kurniawan Avatar
    Agus Kurniawan

    Menarik sekali, jadi mau ikutan kelasnya ????

  2. fanny_dcatqueen Avatar
    fanny_dcatqueen

    Jadi inget Ama penulis favoritku, mba trinity, yg mana semua bukunya bagus, enak dibaca, tapi dia juga jago banget ngomong depan publik dan seminar ????.

    Aku sendiri tipe yg lebih bisa mengeluarkan atau mendeskripsikan sesuatu dari tulisan mba, drpd bicara langsung. Suka gugup ????.

    Skill public speaking gini memang harus dilatih dan dibiasakan sih, ga bisa ujug2 langsung jago. Jam terbang juga ngaruh yaa ????

    1. Reffi Dhinar Avatar
      Reffi Dhinar

      Beneran, penulis juga perlu belajar supaya nggak kagok kalau diminta ‘ngomong’ hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *